Konsep Ilmu Ladunni menurut al Ghazali : Telaah atas Kitab al Risalah al Ladunniyah

Oleh Imam Sholihin*

.

Sains telah berkembang begitu pesat, dengan sains seolah-olah manusia telah mampu menaklukkan dunia. Paham demikian didominasi oleh Sains Barat. August Comte, sebagai salah satu dari tokoh sains Barat menyatakan bahwa fase pertama manusia adalah Agama, kemudian metafisika, dan terakhir adalah positivistik. Positivistik adalah kesempurnaan dari fase manusia modern. Kaum Positivistik melupakan sisi pembentuk manusia yaitu unsur material dan immaterial (metafisika).
Dari fenomena yang terjadi tersebut, peneliti fokus pada tiga hal, yaitu: mengetahui konsep Ilmu menurut al-Ghazali, mengetahui konsep Ilmu Laduni menurut al-Ghazali, dan mengetahui tahapan-tahapan Ilmu Laduni menurut al-Ghazali.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Analisis teks bertujuan menggambarkan struktur dan konten untuk memahami teks dari kitab yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis inter-teks. Analisis inter-teks dihadirkan dalam rangka menggambarkan ide-ide yang memiliki hubungan antara satu teks dengan teks yang lain dalam kitab yang sama.
Setelah menelaah konsep ilmu ladunni dari kitab ar-Risalah al-Ladunniyah karya al-Ghazali kemudian dibandingkan dengan beberapa konsep yang relevan dengan pembahasan ini, akhirnya peneliti mengambil beberapa kesimpulan:
Pertama, Konsep ilmu menurut al-Ghazali adalah persepsi (penyaksian) yang sama-sama aktif antara subjek dan objek. Hal itu serupa dengan konsep penyaksian yang ditawarkan oleh Suhrawardi. Suhrawardi menambahkan ungkapan “sadar”, sedangkan al-Ghazali mengistilahkan dengan “tenang”.
Kedua, konsep ilmu ladunni menurut al-Ghazali adalah pengajaran Tuhan bagi jiwa yang bersih, sedangkan jiwa bersih adalah fitrah manusia. Dalam konsep ilmu ladunni yang ditawarkan oleh al-Ghazali terdapat tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu: Al-Mukasyafah (penyaksian), An-Nur (cahaya), dan Al-Ta’lim (pengajaran).
Ketiga, tahapan-tahapan dalam memperoleh ilmu ladunni ada tiga, yaitu: Tahapan pertama, yaitu perolehan seluruh ilmu dan pengambilan bagian paling sempurna dari yang ada. Tahapan kedua, yaitu hendaknya selalu memperbanyak latihan yang benar dan introspeksi yang benar pula. Dan Tahapan ketiga, yaitu melalui tafakkur yang benar.

.
*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya