Pendidikan Tarekat Perspektif KH. Achmad Asrori Al Ishaqi dan Relevansinya terhadap Tujuan Pendidikan Nasional

Oleh Nashiruddin*

.

Kehidupan di zaman modern seringkali dibuai dengan pola hidup glamor. Akibatnya hati mudah terjankit penyakit batin dan semakin hampa dari ketenangan. Oleh karena itu, dibutuhkan dokter yang ahli di bidangnya untuk menanganinya permasalahan tersebut. Dokter dalam hal ini adalah ulama sufi yang berpredikat guru tarekat. KH. Achmad Asrori al-Ishaqi merupakan salah satu guru tarekat yang ajarannya sedang berkembang saat ini. Namun, masih terdapat sebagian oknum yang menganggap bahwa pola hidup terekat menghambat kreativitas seseorang, karena di dalamnya mengajarkan menjauhkan diri dari urusan duniawi, yang hal itu tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang berbunyi “Mengembangkan Kreativitas”.

Berdasarkan uraian tersebut, dipandang urgen untuk meneliti tentang pendidikan tarekat yang dipimpin KH. Achmad Asrori, tentang tujuan pendidikan nasinal, dan tentang relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori, tujuan pendidikan nasional, dan relevansi pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research (penelitian kepustakaan). Karena data akan digali dari data kepustakaan yaitu, buku-buku karya KH. Achmad Asrori, buku-buku tentang tujuan pendidikan, dan data lain yang mendukung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi Pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori al-Ishaqi adalah pendidikan akhlak atau karkter melalui penyempurnaan adab dengan barometer prilaku sufiyyah yang menggunakan metode praktis, yaitu, pengamalan dzikir atau wirid dalam bimbingan guru murshid yang ada ikatan rohani melalui mubaya’ah untuk membersihkan penyakit hati agar dapat wusul kepada Allah Swt.

Adapun tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai adalah mengembangkan potensi warga negara Indonesia seutuhnya hingga menjadi manusia yang paripurna (al-Insan al-kamil) baik dari segi material zahiriyyah maupun sisi batiniyyah. Sedangkan relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan tarekat tersebut turut membentuk warga negara Indonesia yang paripurna melalui perbaikan dari segi mental spritualnya.

.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya