Ritual Magaomo Sebagai Media Dakwah Suku Kokoda Papua Barat

Oleh Risqiatul Hasanah*

.

Suku Kokoda adalah penduduk pribumi Papua yang mayoritas beragama Islam  dan hanya sebagian kecil penganut Kristiani. Tesis ini membahas tentang ritual magaomo (syukuran kelahiran anak, khitanan, dan pernikahan) sebagai media dakwah suku Kokoda Papua Barat. Penelitian ini mengangkat realitas lapangan yang empirik yang berkaitan dengan permasalahan rites of passage sebagai media dakwah.

Isu yang menarik dalam kajian ini adalah menelusuri karakteristik Islam yang terbentuk dengan tradisi lokal yakni ritual magaomo suku Kokoda, sehingga dapat ditemukan tentang media dakwah. Masalah yang diteliti dirumuskan dalam tiga pertanyaan berikut ini. (1) Pesan dakwah apa sajakah yang  terdapat dalam ritual  magaomo? (2) Bagaimanakah pemahaman masyarakat suku Kokoda terhadap pesan dakwah yang terdapat dalam ritual magaomo? (3) Bagaimanakah cara masyarakat suku Kokoda merekonstruksi ritual magaomo ini sebagai media dakwah?

Riset ini bertujuan untuk mencari pesan dakwah yang terkandung dalam pelaksanaan ritual magaomo (syukuran kelahiran anak, khitanan, dan pernikahan) suku Kokoda sehingga dijadikan sebagai media dakwah. Karenanya, untuk mengupasnya digunakan metode kualitatif, dengan pendekatan etnografi. Data lapangan diperoleh dari informan yang dipilih secara purposif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dibantu pedoman wawancara, kamera-foto, dan alat tulis. Data lapangan dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumen dan thick description.

Hasil riset ini menunjukkan ternyata, praktik dan pemahaman terhadap ritual magaomo bersumber dari konsep isi pesan dakwah berupa amar ma’ruf, nahi munkar dan al-khair. Amar ma’ruf dilihat pada unsur takaful (solidaritas dan gotong royong), sedang praktiknya pada; 1) sedekah, 2) rasa syukur, dan 3) silaturrahim. Adapun inklusifitas nahi munkar ditemukan dari wujud pemahaman suku Kokoda terhadap ritual magaomo; 1) tradisi dan reproduksi di era kekinian, 2) mitos dan akulturasi ritual magaomo. Sedangkan anjuran (al-khair) mengacu kepada rekonstruksi ritual magaomo sebagai media dakwah meliputi; 1) psikologi pesan, 2) logistik  dakwah yang dipermudah, dan 3) suplemen motivasi.

.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya