Pengingkaran Bani Israil terhadap Kerasulan Nabi Muhammad dalam Kitab Taurat dan Injil Perspektif Al Qur’an : Kajian Tematik

Oleh Masnida*

.

Nabi Muhammad saw sebagai Rasul utusan Allah telah disepakati oleh seluruh ulama’ yang ada di alam jagat raya ini. selain itu juga, kehadiran beliau ke muka bumi ini tidak lain adalah menjadi rahmat bagi seluruh alam, sekaligus diutus untuk menjadi penutup para nabi. Hal ini bisa dibuktikan dengan salah satu bunyi dari ayat al-Qur’an, yang memiliki arti: tidaklah Aku ciptakan engkau Muhammad kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Bagi kaum Bani Isra’il, Muhammad bukanlah sosok nabi yang diidam-idamkan oleh banyak kaum. Bangsa (Bani Isra’il) ini melakukan pengingkaran terhadap sosok Rasulullah saw sebagai salah satu utusan Allah. Pengingkaran yang mereka lakukan adalah dikarenakan adanya dua alasan. Pertama, mereka sudah mulai terbuai dengan kehidupannya yang mulai mapan dan kokoh, seakan-akan tidak ada rasul yang bisa merubah pola hidup yang sudah ia bangun. Kedua, adanya kekhawatiran jika Rasulullah saw diutus ia akan merubah tatanan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Perlu kita cermati bahwa sosok Rasulullah saw sebagai utusan Allah sudah diceritakan oleh Allah dalam Kitab Taurat dan Injil. kitab-kitab suci yang hadir sebelum al-Qur’an sudah menjelaskan dengan detail tentang kepribadian Muhammad saw sebagai utusan Allah. Selayaknya bagi kaum Bani Isra’il untuk mengimaninya agar ia tetap menjadi bangsa yang kuat dan kokoh sepanjang masa.

Al-Qur’an hadir dalam rangka menjelaskan motif dan bentuk pengingkaran yang dilakukan oleh Bani Isra’il. Misalnya disaat kaum Bani Isra’il dalam keadaan kepepet, karena ia sudah diserang dan mau dibunuh oleh musuhnya, ia selalu meminta pertolongan kepada Allah untuk diselamatkan dari musuhnya atas nama rasul (Nabi Muhammad) yang akan datang kemudian. Akan tetapi setelah ia menang dari musuhnya ia mengingkari apa yang ia minta kepada Allah SWT.

.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya