Library Profil

Perpustakaan perguruan tinggi yang–menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007–memiliki fungsi penting baik sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, maupun rekreasi dikonstruk untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Fungsi yang demikian dibreakdown dalam beberapa elemen pokok yang meliputi; a) sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pembelajaran, b) sebagai pusat penyedia informasi bidang pendidikan, c) sebagai pusat penelitian literatur, d) sebagai tempat rekreasi, e) sebagai sumber inspirasi, dan f) sebagai pusat pelestarian karya ilmiah.

Berbagai fungsi di atas dapat dicapai jika perpustakaan mampu bersikap adaptif dan responsif terhadap perkembangan informasi dan kemajuan teknologi informasi. Kemajuan teknologi, karenanya, menuntut Perpustakaan IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang sejak 1 Oktober 2013 telah berubah menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya  (selanjutnya disebut Perpustakaan), untuk selalu mengikuti perkembangan yang wujud konkretnya adalah dengan menerapkan manajemen dan sistem layanan berbasis komputer.

Perpustakaan, sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pembelajaran, selain memiliki berbagai koleksi dalam beragam bentuk dan format, baik koleksi cetak  (buku,  jurnal, majalah, skripsi, tesis,  disertasi, dan surat kabar) dalam berbagai bahasa (Indonesia, Arab, Inggris, dan lainya), maupun koleksi digital, dan koleksi audio visual, juga memiliki fasilitas pembelajaran berupa ruang pelatihan, ruang diskusi, ruang baca, dan sebagainya. Fasilitas tersebut disediakan untuk memaksimalkan peran Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pembelajaran.

Sebagai pusat penyedia informasi bidang pendidikan, Perpustakaan memberikan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan, terutama oleh civitas akademika, untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Sumber informasi tidak terbatas pada informasi yang bersumber dari Perpustakaan tetapi juga mencakup berbagai informasi dari  sumber lain yang dapat diakses secara online. Keberadaan situs Perpustakaan yang menampilkan link, misalnya e-journal, repository, dan e-book, adalah wujud nyata dari ketersediaan sumber lain yang juga diharapkan dapat membantu civitas akademika dan semua pemustaka pada Perpustakaan.

Fungsi perpustakaan sebagai pusat penelitian sejalan dengan peran Perpustakaan dalam menunjang pelaksanaan salah satu unsur Tridharma Pergurua Tinggi, yaitu bidang penelitian. Dalam peran ini, Perpustakaan berusaha menjadi pusat referensi bagi para peneliti baik dosen, mahasiswa maupun karyawan dalam mencari sumber-sumber referensi untuk menyelesaikan penelitiannya. Dalam konteks ini, Perpustakaan telah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk memberikan bantuan kepada peneliti melalui aneka layanan yang, antara lain, mencakup; literasi informasi, bimbingan pemustaka, layanan referensi dasar dan kompleks, dan bimbingan penyelesaian tugas akhir.

Selain fungsi akademik tersebut, Perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi para pemustaka dengan menyediakan aneka koleksi yang bersifat hiburan, seperti film yang dilengkapi dengan DVD player dan televisi, karya fiksi, novel dan lain sebagainya. Koleksi tersebut disediakan untuk memberikan fasilitas refreshing, sehingga Perpustakaan dapat menjadi alternatif sebagai tempat rekreasi di tengah keseriusan masyarakat kampus.

Berbagai fungsi di atas tentu akan sangat fungsional jika Perpustakaan tidak hanya berorientasi untuk mengembangkan teknologi dan sistem manajemen tetapi juga beorientasi untuk mengembangkan kebutuhan-kebutuhan yang lain, seperti pengembangan koleksi, sistem keamanan, penambahan dan peningkatan kualitas SDM, dan lain sebagainya. Ketika akhir tahun 1998 Perpustakaan mulai mengadakan stock opname (pendataan ulang koleksi), dan hasilnya menunjukkan negatif karena dari hasil stock opname diketahui ada 20% terjadi missmacth antara data base dengan data riil koleksi. Hal ini membuat pengelola Perpustakaan berusaha merancang sistem pengamanan koleksi, dan karenanya, sejak saat itu Perpustakaan mengadakan dan memiliki alat pengamanan koleksi, security gate, untuk mereduksi dan meniadakan masalah tersebut.

Sejak tahun 1999 Perpustakaan membuka layanan internet untuk pemustaka sebagai respons terhadap tuntutan kemajuan dan perkembangan teknologi, bahkan kini akses secara bebas pun direspons dengan ketersediaan free wifi di seluruh area Perpustakaan.

 

Leave us a Comment