Pengelolaan Wilayah Pesisir dalam Perpsektif Tafsir al-Qur’an : Telaah Konseptual di Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

Oleh Hasan Ikhwani*

Wilayah pesisir dan lautan di Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, potensi tersebut belum dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Prosentase kemiskinan penduduk Indonesia berdasarkan Indeks Angka Kemiskinan (PHI) mencapai 32.14% terjadi di wilayah pesisir. Memperparah kondisi yang demikian, degradasi lingkungan di wilayah pesisir terjadi secara merata. Pengelolaan saat ini adalah dengan menggunakan pendekatan sekuler berbasis kapitalisme-liberalisme, telah terbukti gagal.

Al-Qur’an adalah petunjuk (hudan) bagi manusia sebagai khalifah dalam mengatur aktifitas kehidupan di muka bumi ini. Dengan demikian, semestinya Al-Qur’an juga memberikan petunjuk dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir. Untuk itu, penelitian ini mencoba untuk menggali apakah Al-Qur’an mengindikasikan adanya potensi sumber daya kelautan dan pesisir?. Lalu apakah Al-Qur’an juga megindikasikan adanya ilmu pengetahuan yang mendukung dalam pengelolaan tersebut?. Bagaimanakah Al-Qur’an memberikan petunjuk yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir?.

Untuk menjawab ketiga permasalahan tersebut, ditempuh langkah-langkah metode tafsir mawdu’i (tematik) sebagaimana yang telah diberikan oleh al-Farmawy. Dengan menggunakan kata bahr dan bantuan program zekr, diklasifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kelautan dan pesisir. Kemudian dianalisa dengan metode analisa isi (content analysis). Sedang pendekatan yang dipakai adalah pendekatan saintifik (ilmiah). Penelitian ini diakhiri dengan penelitian lapangan di wilayah pesisir Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Studi kasus di Pulau Gili Ketapang tersebut dikandung maksud untuk mengaplikasikan konsep yang diusulkan yaitu pengelolaan berbasis petunjuk Al-Qur’an (konsep syariah).

Hasil penelitian ini selanjutnya memberikan tiga kesimpulan: pertama, telah diklasifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan potensi sumber daya kelautan dan pesisir berdasar tartib nuzul, jumlah kata, padanan kata dan kelompok ilmu pengetahuan. Kedua, telah dilakukan penafsiran ayat yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi kelautan dengan pendekatan saintifik, yang meliputi: fenomena kedalaman laut, fenomena pertemuan dua lautan, fenomena api di dasar laut dan teknologi perkapalan. Ketiga, diusulkannya konsep pengelolaan berdasarkan petunjuk Al-Qur’an (konsep syari’ah) yaitu prinsip-prinsip pengelolaan yang meliputi: sustainable, tidak over exploitation, dan ramah lingkungan. Studi kasus di wilayah pesisir Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dengan menggunakan simulasi dinamika sistem dan bantuan software Stella, dapat disimpulkan bahwa konsep pengelolaan berdasarkan petunjuk Al-Qur’an memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan konsep yang ada saat ini.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

Related Blogs