Kisah-kisah Isra’iliyyat dalam Penafsiran Surah al-Kahf pada Tafsir di Indonesia: Studi pada Tafsir An-Nuur, al-Azhar dan al-Mishbah

Oleh Iftitahush Sholiha*

.

Perbedaan masa, pemikiran dan lingkungan yang berbeda, membawa kecenderungan mufassir terhadap penukilan kisah-kisah Isra’iliyyat juga berbeda.  Isra’iliyyat tidak hanya dilakukan oleh para mufassir klasik, tetapi terkadang juga dilakukan oleh sebagian mufassir modern, khususnya di Indonesia. Hanya saja pemuatannya sesuai dengan sikap atau pandangan mufassir terhadap Isra’iliyyat tersebut.

Rumusan masalah penelitian ini adalah 1. Bagaimana realitas penggunaan kisah-kisah Isra’iliyyat pada penafsiran surah al-Kahf dalam tafsir di Indonesia? 2. Bagaimana implikasi kisah-kisah Isra’iliyyat terhadap khazanah penafsiran surah al-Kahf di Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dan mengkaji bagaimana realitas yang ada pada tafsir di Indonesia terhadap penggunaan Isra’iliyyat dalam penafsiran surah al-Kahf dan implikasi Isra’iliyyat dalam khazanah tafsir di Indonesia.

Penelitian ini bersifat kualitatif. Jenis pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan pengumpulan data melalui riset kepustakaan (library research). Sedangkan metode yang digunakan adalah metode tafsir muqarin, yakni membandingkan penafsiran satu kitab tafsir dengan tafsir lainnya di Indonesia.

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam tafsir modern di Indonesia masih terdapat kisah-kisah Isra’iliyyat. Isra’iliyyat pada tafsir An-Nuur tidak dikomentari di dalamnya, sedangkan Isra’iliyyat mulai dikritisi di dalam tafsir al-Azhar, akan tetapi dalam tafsir al-Mishbah Isra’iliyyat tidak dimuat lagi di dalamnya. Implikasi Isra’iliyyat dalam khazanah tafsir di Indonesia adalah dapat memalingkan perhatian manusia terhadap tujuan utama al-Qur’an.

.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya