031-8431972 perpus@uinsby.ac.id

Oleh Moh. Nashrokhuddin*

.

Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa guru seharusnya memiliki kepribadian yang dapat menjadi figur teladan bagi peserta didik. Namun kenyataannya masih ada guru yang belum memiliki figur kepribadian yang dapat diteladani oleh peserta didik. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang kepribadian guru dalam kitab menurut kitab Ihya’ Ulumuddin dan kitab Ta’lim Al-Muta’allim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi kepribadian guru menurut kitab Ihya’ Ulumuddin dan kitab Ta’lim Al-Muta’allim.

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Metode analisisnya adalah metode analisis isi (content analysis), yaitu suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru dan dengan data yang benar serta memperhatikan konteksnya. deskriptif analisis dimana bahan-bahan yang terkumpul diuraikan, ditafsirkan, dibandingkan persamaan dan perbedaannya dengan fenomena tertentu yang diambil bentuk kesamaannya, serta menarik kesimpulan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Adapun Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis sebagai upaya memperoleh kejelasan atas permasalahan yang ada dan pendekatan sejarah karena penelitian ini mengkaji data-data yang terjadi di masa lalu dengan menggunakan fakta-fakta historis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, kepribadian guru dalam kitab Ihya’ Ulumuddin yaitu: 1) Kasih sayang terhadap anak didiknya, 2) Zuhud (Pendidik Tidak Bertujuan Semata-mata Mencari Upah), 3) Mencegah dari perbuatan tercela, 4) Menghormati ilmu yang tidak ia tekuni, 5) Guru harus bijak dalam menyampaikan ilmu pada muridnya, 6) Seorang guru harus menjadi teladan bagi murid-muridnya. Adapun kepribadian guru dalam kitab Ta’lim Al-Muta’allim adalah: 1) lebih Wara’, 2) Kebapakan, 3) Berwibawa, 4) Santun dan 5) Penyabar. Kedua, persamaan kepribadian guru antara kitab Ihya’ Ulumuddin dengan kitab Ta’lim Al-Muta’allim yaitu: 1) Kasih sayang dan Kebapakan, 2) Mencegah murid dari perbuatan tercela dan lebih Wara’, 3) Menjadi teladan, Berwibawa, dan Santun. Adapun perbedaan kepribadian guru antara kitab Ihya’ Ulumuddin dengan kitab Ta’lim Al-Muta’allim adalah: 1) Zuhud, 2) Menghormati ilmu, 3) Bijak dalam menyampaikan ilmu, dan 4) Penyabar. Ketiga, relevansi kepribadian guru perspektif kitab Ihya’ Ulumuddin dan kitab Ta’lim Al-Muta’allim dengan kompetensi kepribadian guru menurut UU No. 14 tahun 2005 adalah bahwa guru hendaknya kepribadian yang berakhlaq mulia seperti: dewasa, kasing sayang, santun, berwibawa, bijak, serta menjadi teladan bagi bagi murid-muridnya.

.

*) Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya