031-8431972 perpus@uinsby.ac.id

Oleh Muhamad Yasin*

.

Persoalan utama yang dihadapi sekolah secara umum adalah terkait dengan manajemen mutu pendidikan yang meliputi 8 Standar Nasional Pendidikan. Selain itu upaya penerapan TQM in Education (TQME) sejatinya senantiasa memiliki harapan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik. MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri yang terbukti menghasilkan prestasi baik akademik maupun non akademik bisa dijadikan rujukan mutu bagi sekolah yang lainnya. Dalam penelitian ini akan dikaji manajemen mutu di MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri dari tiga aspek manajemen; perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana perencanaan mutu MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri dalam mewujudkan lembaga pendidikan berprestasi, 2). Bagaimana pelaksanaan mutu MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri dalam mewujudkan lembaga pendidikan berprestasi, 3). Bagaimana pengevaluasian mutu MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri dalam mewujudkan lembaga pendidikan berprestasi.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan fenomenologis-naturalistik. Rancangan penelitian menggunakan studi multi situs yang dilakukan di MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data situs individu (individual-site analysis) dan analisis data lintas situs (cross-site analysis). Untuk menguji keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 3 Kediri dan SMA Ar-Risalah Lirboyo Kediri sudah menerapkan manajemen mutu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mewujudkan lembaga pendidikan berprestasi yang mengacu pada penerapan TQM in Education (TQME) Plus SNP: 1). Perencanaan: menetapkan visi dan misi sebagai pedoman mutu, komitmen terhadap penyelenggaraan sekolah berstandar SNP, proses pelayanan sekolah yang nyaman, peningkatan input kualitas peserta didik, menggunakan acuan mutu dari pemerintah, adanya perencanaan mutu pada tinjauan manajemen, peningkatan mutu input sekolah merupakan hasil dari program berkelanjutan, meningkatkan pelayanan dengan angket, adanya desain penjaminan mutu. 2). Pelaksanaan: menerapkan kurikulum nasional dan khas lembaga, pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kualifikasi minimal guru S.1, melanjutkan S.2 dan S.3, adanya kepuasan peserta didik dan orang tua sebagai user, lulusan 100% dan dibekali dengan skill, adanya sarana prasarana yang representatif, pengelolaan pendidikan yang transparan, hubungan sekolah dengan masyarakat sangat dekat, adanya layanan khusus fasilitas penunjang belajar. 3). Evaluasi: melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah yang berbasis transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, melaksanakan evaluasi proses pembelajaran setiap akhir semester, menyusun laporan hasil evaluasi diri sekolah, menyusun skala prioritas kegiatan dan program tindak lanjut terhadap hasil EDS dan hasil analisis konteks sebagai wujud dari perbaikan secara terus menerus.

.

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya