Oleh Andi Susanto*

 

Da’i sebagai ujung tombak dakwah dan menduduki nilai strategis dalam mengembangkan ghirah dakwah di kalangan umat Islam, ketepatan merekrut da’i dalam kajian dakwah masjid, sangat penting untuk menunjang tercapainya tujuan dakwah. Rumusan penelitian ini, Bagaimana strategi rekrutmen dan perbedaan-persamaan strategi rekrutmen da’i Masjid Nasional Al Akbar, Masjid Al Wahyu, dan Masjid Daarut Taubah Surabaya?. Penelitian bertujuan mendeskprsikan dan membandingkan persamaan-perbedaan strategi rekrutmen da’i Masjid Nasional Al Akbar, Al Wahyu dan Daarut Taubah. Metodologi penelitian yaitu dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif-komparatif sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dipakai peneliti adalah dengan dokumentasi, wawancara, dan analisis data. Dari hasil penelitian kemudian dilakukan analisa dengan menggunakan analisis strategi rekrutmen dan dibandingkan antar strategi masjid. Hasil penelitian ini menunjukkan mengenai dinamika perekrutan, dan terdapat persamaan strategi rekrutmen; a) melakukan analisis pekerjaan; b) kriteria da’i tidak memandang perbedaan antar manhaj Ahlusunnah; c) sebagian masjid menggunakan Zero-Base Forcasting untuk perencanaan SDM; d) menganalisis alternatif rekrutmen; e) motivasi dakwah dalam melakukan rekrutmen; f) sumber dan metode yang sama; g) sebagian masjid sama menggunakan resum da’i dan tes seleksi h) penempatan sebagian masjid menggunakan waktu luang dan juga berdasarkan tema kajian. Dan perbedaan strategi rekrutmen: a) sebagian masjid ada perbedaan di kriteria da’i; b) ada masjid yang menggunakan Buttom-Up Approach untuk perencanan SDM; c) sebagian masjid wawancara pendahuluan untuk seleksi.

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya