Oleh Ika Mariawati*

 

Keberadaan lokalisasi mulai dari hingar bingar kehidupan malam, pornografi, seks bebas, kebisingan yang ini dekat dengan minuman keras, perjudian hingga peredaran narkoba dan kriminalitas. Kehidupan yang seperti tentunya memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari pengaruh negatif terhadap tumbuh kembang anak usia sekolah, kepribadian, moralitas dan mentalitasnya pasti akan tergangu. Salah satu solusi terhadap lokalisasi ini adalah penutupan. Namun dalam upaya penutupan yang tidak terencana dengan baik bisa menimbulkan permasalahan baru dan lokalisasi itu tetap ada.

IDIAL MUI JATIM berhasil menutup 47 lokalisasi di Jawa Timur termasuk didalamnya ada 6 lokalisasi di Surabaya pada tahun 2012-2015. Keberhasilan ini pasti disertai dengan perencanaan strategis yang matang. Yang menjadi fokus penelitian adalah penutupan lokalisasi Surabaya, sebab disana ada icon prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly. Sehingga rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perencanaan strategis IDIAL MUI JATIM dalam upaya penutupan lokalisasi di Surabaya pada tahun 2012-2015.

Tujuan penelitian ini ingin mendapatkan gambaran perencanaan strategis yang telah dilakukan IDIAL MUI JATIM dalam penutupan lokalisasi di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Peneliti melakukan interview terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam perencanaan strategis penutupan lokalisasi Surabaya.

Hasil penelitian perencanaan strategis IDIAL MUI JATIM dalam upaya penutupan lokalisasi adalah dengan menetapkan lebih dulu visi-misi organisasi yang menjadi tujuan, melakukan pemetaan lingkungan yang menghambat dan mendukung, menilai kondisi internal organisasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan, menentukan sasaran lokalisasi yang hendak ditutup secara umum dan menetapkan strategi makan bubur panas sebagai strategi utama penutupan lokalisasi Surabaya.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya