ONLINE INFORMATION LITERACY – The Series#1 “Mengenal Lebih Dekat Kubuku Uinsa dan Sumber Informasi Digital”

Menyambut awal tahun baru 2021, Perpustakaan UIN Sunan Ampel (Perpustakaan Uinsa) Surabaya menyelenggarakan sebuah program berseri “Online Information Literacy” yang bertujuan untuk memperkenalkan layanan dan program perpustakaan kepada mahasiswa baru. Acara yang dipandu oleh Ibu Ummi Rodliyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum. telah sukses diselenggarakan pada hari kamis, 14 Januari 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting dan dihadiri sekitar 160 peserta.

Pada seri pertama Literasi Informasi Online ini mengusung topik “Mengenal Lebih Dekat Kubuku Uinsa & Sumber Informasi Digital”. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Ibu Dr. Hj. Irma Soraya, M.Pd. selaku Kepala Perpustakaan. Pada sambutannya, beliau mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan secara daring, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan layanan perpustakaan tidak bisa berjalan secara optimal, sehingga acara ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya memaksimalkan layanan perpustakaan, khususnya dalam hal literasi dan yang berkaitan dengan resources.

Pustakawan UIN Sunan Ampel Surabaya – Abdun Nashir, S.Pd.I.

Pada seri pertama ini diisi oleh dua narasumber yang menginspirasi yaitu Bapak Abdun Nashir, S.Pd.I. dan Bapak Hary Supriyatno S.Ag., M.Pd. Pada kesempatannya, Bapak Abdun Nashir menyampaikan bahwa dalam rangka proses perkuliahan yang dilakukan secara daring, perpustakaan berupaya untuk menyediakan layanan digital berupa layanan Kubuku. Layanan Kubuku merupakan hasil kerjasama antara Perpustakaan Uinsa Surabaya dengan PT. Enam Kubuku Indonesia. Penggunaan Kubuku sendiri digunakan karena memiliki kelebihan diantaranya memiliki ribuan judul yang dapat diakses secara daring, memiliki fitur text-to-speech dan penanda halaman, dapat ditelusuri menggunakan judul, penulis, ISBN dan kalimat, serta dapat memilih format daftar pustaka.

Pustakawan UIN Sunan Ampel Surabaya – Hary Supriyatno S.Ag., M.Pd.

Sementara Bapak Hary Supriyatno menjelaskan bahwa dengan adanya sumber informasi online, informasi dapat diperoleh secara 3M (Melimpah, Mudah dan Murah). Meski begitu tetap dibutuhkan strategi penelusuran sumber informasi online untuk kebutuhan akademik. Bapak Hary menyampaikan bahwa hal tersebut tidak terlepas dari adanya tantangan dalam menggunakan sumber informasi online. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa kemudahan yang ada tidak lantas membuat civitas akademika mengabaikan kredibilitas informasi.

Setelah pemaparan dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu tanya jawab. Dengan adanya seri pertama Literasi Informasi Online ini, diharapkan mahasiswa dapat tetap memanfaatkan fasilitas dan layanan perpustakaan meski tidak hadir di perpustakaan, mengingat mahasiswa baru belum pernah mengunjungi perpustakaan secara langsung, serta diharapkan dapat menjadi pemantik khususnya bagi mahasiswa baru untuk mengikuti seri-seri selanjutnya.