Oleh Andrea Hilmawan Apriliansyah*

 

Berkembangnya kondisi masyarakat, khususnya masyarakat muslim, menuntut pengelolaan lembaga dakwah yang lebih professional. Lembaga dakwah selama ini menjadi wadah bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah. Lembaga amil zakat merupakan lembaga dakwah yang berupaya menyediakan pengelolaan dana umat untuk kepentingan masyarakat. Yayasan Nurul Hayat Surabaya sebagai salah satu lembaga amil zakat yang menghimpun dan menyalurkan dana umat menjadi lembaga yang mengedepankan profesionalisme dan kepuasan donatur melalui penerapan manajemen mutu ISO 9001:2008. Keberhasilan Yayasan Nurul Hayat Surabaya dalam mengelola dana umat menjadi perlu untuk dikaji lebih mendalam melalui proses manajemen mutu ISO 9001:2008 yang telah dilakukan selama lebih dari 5 tahun.

Rumusan masalah penelitian ini adalah manajemen mutu terpadu ISO 9001:2008 yang dilakukan Yayasan Nurul Hayat Surabaya? Rumusan masalah ini terbagi menjadi sub pertanyaan bagaimana Perencanaan Manajemen Mutu Terpadu ISO 9001:2008 di Yayasan Nurul Hayat Surabaya? Bagaimana Pengendalian Manajemen Mutu Terpadu ISO 9001:2008 di Yayasan Nurul Hayat Surabaya? Dan Bagaimana Peningkatan Manajemen Mutu Terpadu ISO 9001:2008 di Yayasan Nurul Hayat Surabaya?. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan yang dipergunakan adalah wawancara dan dokumentasi.

Beberapa hasil penelitian ini adalah: Pertama, perencanaan mutu Yayasan Nurul Hayat Surabaya dilakukan dengan menetapkan Tujuan Mutu Strategis dan Taktis. Mereka mengidentifikasi donatur, karyawan, Baznas dan perusahaan yang bekerjasama sebagai pelanggan, memberikan produk bagi pelanggan-pelanggan tersebut sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, dan membangun proses yang mengarah kepada produk masing-masing pelanggan. Kedua, pengendalian mutu yang dilakukan oleh Yayasan Nurul Hayat Surabaya adalah pengendalian produk pasca seluruh produk diberikan kepada pelanggan. Ketiga, peningkatan mutu yang dilakukan oleh Yayasan Nurul Hayat Surabaya adalah dalam rangka membangun kepuasan pelanggan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses. Salah satu upaya meningkatkan manajemen mutu yayasan adalah dengan membentuk amalan ubudiyah karyawan. Rekomendasi penulis adalah Manajemen Mutu Terpadu bisa diterapkan tidak hanya di bidang ZIS saja, melainkan seluruh bidang usaha Yayasan Nurul Hayat Surabaya.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya