Oleh Dian Marjayanti*

 

Upaya pengembangan masjid salah satunya dipengaruhi aspek ketersediaan dana. Sementara, selama ini mayoritas pengurus Masjid hanya mengandalkan dana ZIS donatur yang jumlahnya terbatas dan cukup untuk memenuhi biaya operasional saja. Maka, Masjid perlu menggalakan  progam kemandirian masjid untuk mencari sumber pendapatan lain. Masjid Cheng Hoo Surabaya sebagai salah satu contoh masjid yang sedang mewujudkan  kemandirian Masjid.

Penelitian ini membahas tentang konsep kemandirian masjid Cheng Hoo, Strategi baik yang sedang dijalankan atau yang akan dijalankan dan implikasi strategi tersebut bagi stakeholder. Tujuannya untuk memahami konsep kemandirian Masjid Cheng Hoo, strategi  dan implikasi strategi tersebut bagi stakeholder.

Tinjauan konsep kemandirian dan pengembangan masjid serta perumusan strategi sebagai pisau analisis data dalam penelitian ini. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semistruktural, dokumen dan observasi.

Pada akhir penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) konsep kemandirian masjid Cheng Hoo adalah menjadi pesinergi antara donatur dengan masyarakat melalui usaha yang bernilai ekonomi  dan sosial. (2) Pengurus Masjid Cheng Hoo memiliki beberapa strategi yakni:  membangun komitmen pengurus, membuat rencana usaha bisnis, membangun kerja sama dengan donatur, UKM dan pesantren, menyiapkan sumber daya manusia dan memantau perkembangan Usaha. (3) Implikasi startegi tersebut memiliki dampak positif baik bagi donatur, pesantren, UKM dan pengurus Masjid Cheng Hoo sendiri. Diharapkan penelitian ini berguna bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Dan bagi para pengurus Masjid Cheng Hoo, dapat melakukan kunjungan ke Masjid lain yang telah menerapkan konsep kemandirian masjid sehingga dapat mengambil pelajaran dari pengalaman mereka.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya