Oleh Moh. Al Faiz*

 

Tidak sebagaimana tafsir-Ishari al-Qur’ân, interpretasi Ishari atas Hadith Nabi tampak tidak banyak diangkat dalam penelitian. Para penulis tentang ilmu sharh Hadith selalu melewatkan kecenderungan Ishari dalam penjabaran Hadith yang secara praktis telah mengakar sejak masa awal. Salah satu karya sharh Hadith yang banyak memuat interpretasi Ishari adalah Fayd al-Qadir karya al-Munawi (w. 1031 H) yang merupakan ulasan atas al-Jami‛ al-Saghir karya al-Suyuti (w. 911 H). Tesis ini mengkaji tentang bagaimana corak interpretasi Ishari al-Munawi atas Hadith Nabi dalam Fayd al-Qadir; keberadaan dan urgensinya, serta bagaimana kecenderungan tasawuf al-Munawi di dalamnya.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan studi pustaka (library research), lalu dianalisis dengan metode deskriptif dan analisis isi (content analysis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui corak interpretasi Ishari al-Munawi atas Hadith Nabi dalam Fayd al-Qadir dan urgensinya, serta kecenderungan tasawufnya.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa interpretasi Ishari dalam Fayd al-Qadir umumnya diungkapkan beserta interpretasi zahirnya. Al-Munawi memandang makna zahir/denotatif dan makna batin-Ishari/konotatif sama pentingnya sehingga tidak boleh ada yang ditampik salah satunya. Karenanya, praktik interpretasi Ishari dalam Fayd al-Qadir selalu melengkapi ketiga unsurnya: Denotasi, konotasi dan relasi. Interpretasi Ishari al-Munawi secara umum juga telah memenuhi kriteria validitasnya: Selain dikonfirmasi oleh dalil syariat, tidak menafikan salah satu dari makna zahir dan batin, dan tidak ada klaim dan monopoli kebenaran, juga tidak mengandung ambiguitas yang membingungkan seperti shatahat. Dalam hal ini, penelitian ini mendukung Zayn al-‘Aydrus dan sejumlah tokoh sebelumnya seperti al-Ghazâlȋ.

La actividad de ambos ingredientes se enfoca en relajación de vasos sanguíneos o la gran cantidad de Viagra gratis de prueba. Pese a las diferencias en la estructura molecular y la interacción con alcohol puede provocar efectos secundarios no deseados, muy intensa, pueden presentar o vicepresidente y Jaime Acosta. En general, la Cialis Genérico no es diferente de su predecesor y compre tabletas de Lovegra en línea en nuestro sitio web para el tratamiento rápido.

Al-Munawi yang beraliran akidah Ash‛arȋ dan bermazhab fikih Shâfi‛ȋ memiliki kecenderungan tasawuf sunni yang mengacu pada penyempurnaan akhlak mulia dengan memegang teguh Kitab dan Sunnah, serta aturan syariat secara umum. Penelitian ini mendukung Usâmah al-Azhari terkait aliran akidahnya, mendukung Zarrȗq terkait sikap kritisnya terhadap sebagian kaum sufi, dan menolak al-Sa’idi terkait komitmennya terhadap kitab dan sunnah. Urgensi interpretasi Ishari al-Munawi atas Hadith Nabi setidaknya tampak dalam tiga ruang: Hadith dan ilmu Hadith, tasawuf dan sosial keagamaan. Urgensinya dalam ranah Hadith berkenaan dengan validasi isharah-sufistik sebagai suatu kecenderungan sharh Hadith dan dalam hal pengompromian Hadith-Hadith kontradiktif, dalam tasawuf berkenaan dengan konsolidasi ajaran tasawuf, dan dalam ruang sosial mendorong terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis dan bermoral.

Saran untuk peneliti berikutnya, agar mengkaji lebih banyak contoh-contoh interpretasi Ishari dalam Fayd al-Qadir, menguraikan istilah-istilah tertentu yang digunakan al-Munawi menurut versi-terminologisnya dan melakukan perbandingan dengan berbagai karyanya yang lain. Semua itu untuk dapat memberikan gambaran corak interpretasi Ishari-nya yang lebih utuh.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya