Oleh Johari*

 

Penelitian tentang pemikiran fikih Abdurrahman Wahid ini bertolak dari tiga pokok permasalahan yaitu bagaimana pemikiran Abdurrahman Wahid tentang fikih? bagaimana konstruksi metodologi fikih Abdurrahman Wahid yang mendasari pemikiran-pemikiran tersebut? dan bagaimanakah kontribusinya bagi pengembangan hukum Islam di Indonesia?

Penelitian ini berpijak pada teori perubahan hukum Islam dan teori istinbat hukumnya. Penelitian kepustakaan (library reseasch) ini menggunakan metode deskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah usul fiqh dan maqasid shari’ah. Dua pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis konstruk pemikiran fikihnya.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan. Pertama, hukum Islam menurut Abdurrahman Wahid bersifat kontekstual (waqi’i), dinamis dan humanistik yang dapat dilihat dari konsep pribumisasi hukum Islam dan konsep maqasidnya yang menempatkan hifz al-nafs pada posisi pertama. Kedua  dalam proses pemahaman kembali hukum Islam dan penerapannya, penalaran utama yang digunakannya adalah Istislahi yaitu metode istimbat hukum yang berbasis maslahah, yang tidak hanya digunakan untuk persoalan yang tidak ada nassnya,  tetapi juga digunakan dalam penerapan nass terhadap realitas (tatbiq al-nusus fi al-waqi’).

Untuk sampai pada penalaran istislahi tersebut ia menggunakan seperangkat metodologi yaitu penafsiran kontekstual dengan pendekatan sosio kultural historis, perluasan penggunaan qiyas, dhari’ah, baik sad dhari’ah  maupun fath dhari’ah dan adat yang digunakan sebagai pendekatan dalam memahami nass  dan pemikiran ulama, sebagai dasar untuk memahami ada tidaknya illah dan kemaslahatan dan adat yang baik dapat dijadikan sebagai hukum. Ketiga pemikiran dan gagasan-gagasannya memberikan konstribusi yang tidak kecil baik secara teoritik maupun praktis. Secara teoritik, mengajukan tawaran model pembaruan fikih dalam konteks ke-Indonesiaan yang bertolak dari pertimbangan-pertimbangan empirik dan kemanusiaan (humanistik) yang dibangun dengan landasan maslahah. Secara praksis, tertuang dalam ide-ide besarnya tentang negara Pancasila, fiqh yang humanis dan toleran dan gagasannya tentang politik hukum Islam.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya