Oleh Muhammad Nizar*

 

Sebuah hadis dapat diterima sebagai rujukan kedua bagi hukum islam, tentunya memiliki kriteri-kriteria yang ketat, agar hadis tersebut maqbul dan dapat dipercaya sebagai sumber yang muttasil kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu syarat hadis dapat dijadikan sebagai sumber hukum islam ialah rawi hadis harus memiliki kriteria ‘adil. Kriteria ini tidak mudah disandang oleh rawi yang bersangkutan, akan tetapi, melalui penilaian-penilaian yang sangat ketat, karena rawi yang ‘adil menjadi faktor utama hada tersebut diterima.

Penelitian pada tesis ini menggunakan penelitian kualitatif yang datanya tidak lain bersumber dari pustaka (libraray research). Penjelasan tesis ini arahnya kepada penelitian konsep ‘adalah al-sahanah. Penelitian ini memunculkan pembahasan-pembahasan sebagai berikut: 1. Bagaimana konsep ‘Adalah al-Sahabah menurut ahl al-sunnah dan Khawarij. 2. Komparasi ‘Adalah al-Sahabah menurut ahl al-sunnah dan Khawarij. 3. Impliasi perbedaan pandangan ‘Adalah al-Sahabah.

Setelah dilakukan penelitian terhadap literatur masing-masing kedua kelompok tersebut. Maka menghasilkan beberapa kesimpulan. Beberapa pandangan firaq al-islamiyyahi (kelompok-kelompok Islam) tentang ‘Adalah al-sahabah berbeda-beda. Ahl al-Sunnah berpandangan bahwa semua sahabat diketagorikan ‘adil. Sedangkan Khawarij menilai semua sahabat dengan kriteria ‘adil kecuali sahabat-sahabat yang terlibat dalam tragedi fitnah (perang jamal, perang siffin, nahrawan)

Kedua golongan tersebut sama-sama mempertahankan konsep yang ditawarkannya masing-masing. Golongan sunni yang cenderung bersifat kontekstualis dengan apa yang tertulis di dalam beberapa ayat dan hadis yang membahas ‘adalah al-sahabah dan tidak menyamakan sahabat dengan khayalayak ummat Nabi setelahnya. Perbedaan konsep dalam menilai ‘adalah al-sahabah berpengaruh terhadap periwayatan hadis Nabi Muhamamd. Khawarij dan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah mempunyai timbangan dan standar masing-masing dalam menilai ‘adalah al-sahabah. Hal ini, berdampak pada munculnya masing-masing kitab-kitab hadis kelompok tersebut.

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya