Literasi Informasi Online

3 posts

Virtual Library Class is Ready on October

Hai Sobat Perpustakaan, agar kita bisa saling mengenal lebih dekat, yuk ikuti Virtual Library Class yang diselenggarakan oleh perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya via Zoom Meeting. Disini kalian akan lebih mengenal dan mengetahui terkait layanan online yang tersedia di perpustakaan. Sobat Perpustakaan bisa mendaftarkan diri sesuai dengan tema yang diinginkan. Kami tunggu kehadiran Sobat Perpustakaan. Oh ya acara ini tidak dipungut biaya a.k.a gratis!!!

Jadwal Virtual Library Class:

Online Catalog and Library Service
Rabu, 6 Oktober 2021

Repository and Digital Library
Senin, 11 Oktober 2021

Online References Sources (Open Access) Website and Social Media
Jumat, 15 Oktober 2021

E-Journal and E-Book
Senin, 18 Oktober 2021

Kubuku Digital Library
Jumat, 22 Oktober 2021

Zotero untuk Penulisan Karya Ilmiah dan Turnitin
Rabu, 27 Oktober 2021

Link Pendaftaran: https://bit.ly/kelasliterasiUINSA

ONLINE INFORMATION LITERACY – The Series#2 “STUDY ROOM: KOLEKSI UMUM, REFERENSI DAN RUANG BACA”

Koleksi umum dan koleksi referensi, apakah perbedaannya? Lalu bagaimana keadaan ruang baca yang terdapat di Perpustakaan Uinsa? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Perpustakaan UIN Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya mengadakan seri kedua dari program yang bertajuk Online Information Literacy – The Series “Study Room: Koleksi Umum, Referensi, dan Ruang Baca.” Acara yang memiliki tujuan untuk memperkenalkan fasilitas dan layanan yang terdapat di ruang koleksi umum, referensi dan ruang baca kepada pemustaka, khususnya untuk mahasiswa baru ini, diselenggarakan pada hari kamis, 28 Januari 2021.

Program literasi informasi online seri kedua ini mengundang Ibu Rini Wahyu Ningsih, S.Ptk. dan Ibu Aries Hamidah, S.IPI., M.M. sebagai narasumber. Sebagai pembuka pada kesempatan kali ini, Ibu Ummi Rodliyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum. selaku sekretaris Perpustakaan Uinsa memberikan sambutan kepada sekitar 110 peserta yang hadir. Pada sesi pertama Ibu Rini menyampaikan materi tentang koleksi umum. Seperti yang diketahui bahwa koleksi umum adalah koleksi yang dapat dibaca di tempat maupun dipinjam. Di dalam penjelasannya, Ibu Rini menjelaskan bagaimana proses penelusuran koleksi umum, dimulai dari penelusuran di Online Public Access Catalog (OPAC) hingga koleksi tersebut dapat dipinjam secara online.

Pada sesi kedua dilanjutkan dengan materi koleksi referensi dan ruang baca, yang disampaikan oleh Ibu Aries Hamidah, S.IPI., M.M. Berbeda dengan koleksi umum, koleksi referensi merupakan koleksi yang tidak dapat dipinjam, namun hanya dapat dibaca di perpustakaan. Sehingga koleksi yang terdiri dari kamus, ensiklopedia, direktori, handbook, biografi, kini untuk sementara waktu tidak dapat dilayankan selama pandemi. Selanjutnya Ibu Aries juga menyampaikan tentang letak ruang baca yang ada di perpustakaan, diantaranya yaitu di ruang koleksi umum, koleksi khusus, koleksi referensi, koleksi corner.

Setelah pemaparan materi kedua narasumber selesai, acara yang dimoderatori oleh Ibu Amira Oribia Wanda Sasmita, S.IIP. membuka sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diterima, namun karena adanya sedikit kendala pada koneksi internet, yang menyebabkan proses penyampaian materi oleh narasumber sedikit tidak lancar dan berdampak pada durasi waktu. Pada sesi tanya jawab, moderator hanya menerima 5 pertanyaan untuk kedua narasumber. Setelah sesi tanya jawab berakhir, moderator memutarkan video singkat tentang koleksi umum, referensi dan ruang baca, sehingga peserta mampu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai hal tersebut.

ONLINE INFORMATION LITERACY – The Series#1 “Mengenal Lebih Dekat Kubuku Uinsa dan Sumber Informasi Digital”

Menyambut awal tahun baru 2021, Perpustakaan UIN Sunan Ampel (Perpustakaan Uinsa) Surabaya menyelenggarakan sebuah program berseri “Online Information Literacy” yang bertujuan untuk memperkenalkan layanan dan program perpustakaan kepada mahasiswa baru. Acara yang dipandu oleh Ibu Ummi Rodliyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum. telah sukses diselenggarakan pada hari kamis, 14 Januari 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting dan dihadiri sekitar 160 peserta.

Pada seri pertama Literasi Informasi Online ini mengusung topik “Mengenal Lebih Dekat Kubuku Uinsa & Sumber Informasi Digital”. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Ibu Dr. Hj. Irma Soraya, M.Pd. selaku Kepala Perpustakaan. Pada sambutannya, beliau mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan secara daring, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan layanan perpustakaan tidak bisa berjalan secara optimal, sehingga acara ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya memaksimalkan layanan perpustakaan, khususnya dalam hal literasi dan yang berkaitan dengan resources.

Pustakawan UIN Sunan Ampel Surabaya – Abdun Nashir, S.Pd.I.

Pada seri pertama ini diisi oleh dua narasumber yang menginspirasi yaitu Bapak Abdun Nashir, S.Pd.I. dan Bapak Hary Supriyatno S.Ag., M.Pd. Pada kesempatannya, Bapak Abdun Nashir menyampaikan bahwa dalam rangka proses perkuliahan yang dilakukan secara daring, perpustakaan berupaya untuk menyediakan layanan digital berupa layanan Kubuku. Layanan Kubuku merupakan hasil kerjasama antara Perpustakaan Uinsa Surabaya dengan PT. Enam Kubuku Indonesia. Penggunaan Kubuku sendiri digunakan karena memiliki kelebihan diantaranya memiliki ribuan judul yang dapat diakses secara daring, memiliki fitur text-to-speech dan penanda halaman, dapat ditelusuri menggunakan judul, penulis, ISBN dan kalimat, serta dapat memilih format daftar pustaka.

Pustakawan UIN Sunan Ampel Surabaya – Hary Supriyatno S.Ag., M.Pd.

Sementara Bapak Hary Supriyatno menjelaskan bahwa dengan adanya sumber informasi online, informasi dapat diperoleh secara 3M (Melimpah, Mudah dan Murah). Meski begitu tetap dibutuhkan strategi penelusuran sumber informasi online untuk kebutuhan akademik. Bapak Hary menyampaikan bahwa hal tersebut tidak terlepas dari adanya tantangan dalam menggunakan sumber informasi online. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa kemudahan yang ada tidak lantas membuat civitas akademika mengabaikan kredibilitas informasi.

Setelah pemaparan dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu tanya jawab. Dengan adanya seri pertama Literasi Informasi Online ini, diharapkan mahasiswa dapat tetap memanfaatkan fasilitas dan layanan perpustakaan meski tidak hadir di perpustakaan, mengingat mahasiswa baru belum pernah mengunjungi perpustakaan secara langsung, serta diharapkan dapat menjadi pemantik khususnya bagi mahasiswa baru untuk mengikuti seri-seri selanjutnya.

 

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
YouTube
Instagram
Telegram